PONTIANAK — Ketua Aliansi Sopir Kabupaten Mempawah, Umar Faruq, mengapresiasi SPBU Sungai Nipah, Kabupaten Mempawah, yang selama ini dinilai terbuka dalam menjalin komunikasi terkait kebutuhan para sopir.

Hal tersebut disampaikan Umar sekaligus memberikan klarifikasi terkait postingan salah satu organisasi yang menyebut adanya mobil pribadi yang hampir dikeroyok dan diusir oleh para sopir di SPBU Sungai Nipah.

Menurut Umar, kejadian tersebut lebih disebabkan oleh kesalahpahaman dan tidak menggambarkan kondisi yang sebenarnya terjadi di lapangan.

“Sebenarnya itu lebih ke salah paham. Karena memang faktanya kami di sini tidak seperti itu. Mungkin karena faktor lapangan, jadi ada hal yang tidak seperti apa yang beliau duga,” ujar Umar usai diwawancarai, Senin (28/9/2026).

Ia menjelaskan, para sopir di sejumlah SPBU selama ini menerapkan sistem antrean sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban dan keamanan selama proses pengisian BBM.

“Kami di mana-mana SPBU ini menerapkan sistem antrean. Itu yang perlu dipahami bersama,” katanya.

Khusus di SPBU Sungai Nipah, Umar menyebut komunikasi antara pihak SPBU dan Aliansi Sopir sejauh ini berjalan dengan baik. Ia menilai kondisi tersebut dapat dilihat secara langsung dalam aktivitas pelayanan setiap harinya.

“Di Sungai Nipah ini alhamdulillah, seperti yang kawan-kawan lihat, semuanya berjalan seperti apa yang terjadi saat ini. Ini bukan rekayasa, ini bisa dilihat setiap hari,” ungkapnya.

Umar juga menegaskan bahwa Aliansi Sopir tidak bermaksud menghalangi masyarakat umum untuk mendapatkan BBM. Menurutnya, para sopir hanya berharap adanya pembagian akses yang dapat disesuaikan dengan kapasitas SPBU serta ketersediaan kuota.

“Kami tidak ingin menghalangi kawan-kawan yang lain untuk mencari rezeki. Kami hanya sedikit ingin minta berbagi,” jelasnya.

Ia berharap komunikasi antara sopir, pihak SPBU, dan masyarakat dapat terus dijaga sehingga aktivitas pengisian BBM berlangsung tertib serta tidak menimbulkan kesalahpahaman di lapangan.(Ara)