KUBU RAYA – Bupati Kabupaten Kubu Raya, Sujiwo, menyoroti persoalan sulitnya nelayan mendapatkan bahan bakar solar bersubsidi. Ia menegaskan bahwa salah satu penyebab utama persoalan tersebut adalah belum optimalnya penerbitan rekomendasi dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Menurut Sujiwo, rekomendasi merupakan syarat penting agar nelayan bisa mengakses solar subsidi. Karena itu, ia meminta Kepala Dinas Perikanan yang baru untuk tidak ragu dalam menjalankan tugas tersebut.
“Memang salah satu kendala kenapa nelayan susah mendapatkan solar karena harus ada rekomendasi. Maka Kadis Perikanan yang baru tidak ada alasan untuk tidak berani memberikan rekomendasi,” tegasnya saat diwawancarai di Kantor Bupati Kabupaten Kubu Raya, Senin (20/4/2026).
Ia menekankan bahwa rekomendasi tersebut merupakan hak nelayan sebagai masyarakat yang membutuhkan dukungan pemerintah dalam menjalankan aktivitasnya.
“Rekomendasi itu haknya nelayan. Kita sebagai pelayan publik harus berani. Masa berbuat untuk rakyat kita takut?” ujarnya.
Namun demikian, Sujiwo mengingatkan bahwa setiap rekomendasi yang dikeluarkan tetap harus disertai dengan pengawasan ketat agar tidak disalahgunakan.
“Memang ada risiko, tapi selama diawasi dengan baik setelah dikeluarkan, maka tidak akan terjadi penyalahgunaan,” jelasnya.
Ia juga menyinggung bahwa persoalan kelangkaan bahan bakar turut berdampak pada sektor lain, seperti kenaikan tarif transportasi air (speedboat), yang sebelumnya terjadi akibat sulitnya mendapatkan BBM.
Sujiwo menegaskan bahwa mekanisme rekomendasi berlaku untuk seluruh sektor yang berkaitan dengan subsidi pemerintah. Untuk nelayan melalui Dinas Perikanan, sektor pertanian melalui Dinas Pertanian, dan transportasi melalui Dinas Perhubungan.
“Maka saya minta kepada seluruh OPD, ketika itu menjadi hak masyarakat, jangan takut. Tidak ada yang perlu ditakutkan,” tegasnya.
Sebagai langkah lanjutan, ia meminta Sekretaris Daerah untuk turut mengingatkan seluruh OPD agar tidak ragu dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam hal penerbitan rekomendasi.
“Kita ingin nelayan tidak lagi kesulitan mendapatkan solar, sehingga aktivitas mereka bisa berjalan lancar,” pungkas Sujiwo.(Ara)

