KETAPANG – Seorang warga di Kecamatan Matan Hilir, Kabupaten Ketapang meninggal terbakar usai jatuh saat lewati jalan yang tertutup kabut asap akibat karhutla pada Selasa malam (4/8/2026) sekitar pukul 22.08 WIB.
Kejadian ini dibenarkan Kepala BPBD Ketapang, Yunifar Purwantoro yang mengungkapkan peristiwa tersebut bermula saat korban yang bernama Taufik Hidayat terjatuh saat melewati Jalan Poros Pelang yang tertutup kabut asap.
“Kebetulan beliau itu pulang kerja. Jadi situasi kabut, asap, beliau menerobos karena mau cepat pulang. Beliau terjatuh di daerah awal informasi yang kami dapatkan. Mungkin beliau kekurangan oksigen, pingsan. Sisi kiri kanan jalan kan terdapat api, akhirnya beliau meninggal dalam posisi keadaan terbakar,” ungkap Yunifar pada Rabu (5/8/2026).
Yunifar bilang, ada warga lain yang menjadi korban kabut asap karhutla di lokasi yang sama. Satu di antaranya lansia yang kemudian berhasil diselamatkan.
“Sementara sampai jam 4 tadi itu ada dua, tapi satu kakek-kakek berusia 60an. Alhamdulillah ditemukan dalam keadaan baik dan segera kami alihkan ke Rumah Sakit Agoes Djam,” tambahnya.
Menurutnya, hingga saat ini diperkirakan lebih dari 40 hektare lahan yang terbakar di Pelang. Sementara para petugas pemadam kesulitan mendapatkan air untuk memadamkan apinya.
“Yang jelas, jangankan ngukur luas, kita untuk mengedalikannya saja susah. Tapi yang jelas di atas 40 hektare ada, karena kendala kami di lapangan susahnya pasokan air. Ini yang menjadi masalah klasik. Saya juga tanya ke teman-teman dari kabupaten lain, air,” ujarnya.

