KUBURAYA – PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Supadio Pontianak mengkonfirmasi bahwa Operasional Penerbangan pada pagi hari ini, dan pada beberapa hari terakhir mengalami keterlambatan (delay), yang disebabkan oleh kondisi penurunan jarak pandang (Visibility).
Berdasarkan informasi dari BMKG Stasiun Supadio, bahwa penurunan jarak pandang (Visibility) pada pagi hari berkisar dibawah 1.000 meter akibat dampak kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di beberapa Wilayah sekitar Bandara.
”Kami terus memantau perkembangan kondisi jarak pandang di Bandara. Koordinasi lintas instansi dengan Stakeholder terkait (BMKG, Airnav, Maskapai, BNPB, Polres Kubu Raya) berjalan dengan baik untuk memastikan seluruh prosedur keselamatan penerbangan terpenuhi di tengah kondisi gangguan asap saat ini,” ungkap General Manager PT. Angkasa Pura Indonesia (Persero) Bandara Internasional Supadio, Maya Damayanti.
PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) juga menghimbau calon penumpang pesawat yang memiliki jadwal keberangkatan pada pagi hari untuk memantau dan memeriksa kembali status penerbangan (flight status) kepada maskapai penerbangan masing-masing untuk mengantisipasi adanya perubahan jadwal penerbangan di Bandara Internasional Supadio.
Berdasarkan Data Trafik Operasional Penerbangan di Bandara Internasional Supadio dari tanggal 18 Agustus sampai dengan 20 Agustus 2026, tercatat terdapat 15 penerbangan yang mengalami keterlambatan (delay) penerbangan, sedangkan untuk pagi hari ini tanggal 21 Agustus 2026, tercatat ada 5 penerbangan keberangkatan (flight departure) dan 1 penerbangan kedatangan (flight arrival) yang mengalami keterlambatan (delay) akibat kondisi penurunan Visibility.
“Kami terus berkoordinasi secara intensif dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), AirNav Indonesia, Maskapai penerbangan, BNPB, Polres Kubu Raya, untuk memantau kondisi jarak pandang (Visibility) di Bandara Internasional Supadio secara realtime guna memastikan keselamatan operasional penerbangan,” tambahnya.(UL)

