PONTIANAK – Indeks kualitas udara (AQI) di Kota Pontianak hari ini mencapai 1465 dan masuk kategori berbahaya pada Sabtu (12/9/2026) sekitar jam 10.00 WIB. Indeksi kualitas udara berbahaya bukan hanya hari ini saja, namun sudah lebih dari dua minggu. Bahkan sudah dari sebulan yang lalu Kota Pontianak terkena kabut asap imbas dari pembakaran hutan dan lahan (karhutla). Menanggapi ini, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Pontianak, Bayu Zeva Wirasakti, mengatakan kabut asap yang menyelimuti Pontianak sudah mencapai paparan kronis.
“Untuk kabut asap sudah mencapai paparan kronis karena sudah lebih dari dua minggu keadaan seperti ini, dimana kondisi udara selama satu bulan lebih ini sudah masuk dalam paparan jangka panjang. Kita khawatirkan munculnya akumulasi dari partikel halus yang menumpuk di saluran pernapasan dan aliran darah warga, jika semakin lama terpapar maka makin tinggi resiko penurunan fungsi organ. Terutama pada kelompok rentan seperti bayi, balita, lansia, dan orang dengan penyakit bawaan,” ungkap Bayu kepada TKP Pontianak pada Sabtu (12/9/2026).
Menurutnya, paparan kabut asap ini tidak hanya bisa menyebabkan ISPA atau gangguan pernapasan, juga bisa memicu terjadinya serangan jantung, hipertensi hingga stroke.
“Dampak lain selain ISPA, antara lain iritasi mata, dapat sebabkan masalah kulit, kulit jadi kemerahan. Bisa juga menimbulkan masalah di jantung dan pembuluh darah akibar dari partikel PM2.5 itu yang masuk ke paru-paru dan masuk ke sirkulasinya sehingga sebabkan peradangan yang meningkatkan resiko serangan jantung, stroke dan hipertensi,” tambahnya.
Tak hany itu, warga Pontianak juga beresiko alami gangguan psikologi lantaran setiap saat terpapar kabut asap yang berbahaya.
“Dampak psikologis dan kognitif, dimana paparan asap jangka panjang yang memicu pusing migren, kurang tidur hingga stress atau kecemasan akibat terbatasnya aktivitas luar ruangan,” jelas Bayu.
Saat ini Bayu menyarankan warga Pontianak melakukan beberapa langkah untuk memproteksi diri dari paparan kabut asap. Di antaranya dengan menggunakan penyaring udara atau kipas angin saat di rumah dan membersihkan diri usai keluar rumah.
“Langkah proteksi yang bisa dilakukan warga, yang pertama kita menutup rapat pintu dan jendela, seta gunankan penyaring udara atau air purifier jika memungkinkan, gunakan kipas angin juga bisa. Setelah keluar rumah, bersih diri seperti mandi, cuci rambut dan juga ganti pakaian sehingga tidak ada partikel yang menempel di badan,” ujarnya.
Warga Pontianak juga diminta untuk minum lebih banyak air putih, makan lebih banyak buah dan sayuran.
“Konsumsi lebih banyak air putih dan makanan tinggi oksidan seperti buah-buahan dan sayur untuk melawan radikal bebas dari asap. Batasi olahraga fisik di luar ruangan karena paparan asap bisa membuat kekebalan tubuh menurun. Jika ada keluhan segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,” tutup Bayu. (UL)

