KUBU RAYA – Sejumlah siswa di SD 23 Desa Durian, Kecamatan Sungai Ambawang, diduga mengalami keracunan makanan bergizi gratis (MBG) usai mengonsumsi makanan yang disajikan di sekolah. Dari total 67 siswa, enam anak dilaporkan mengalami gejala yang mengarah pada keracunan.
Camat Sungai Ambawang, Jurin, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihak terkait telah bergerak cepat menangani kondisi para siswa.
“Ingin kami sampaikan, di SD 23 tepatnya di Desa Durian memang ada indikasi keracunan makanan yang dikonsumsi anak-anak kita. Dari jumlah 67 anak, ada enam anak yang terindikasi,” ujar Jurin saat diwawancarai, Sabtu (25/4/2026).
Ia menjelaskan, pihak SPPG bersama koordinator dapur segera mengambil langkah penanganan dengan mengevakuasi para siswa yang terdampak ke fasilitas kesehatan.
“Langkah cepat sudah dilakukan, anak-anak yang terindikasi langsung dievakuasi ke rumah sakit. Dari enam anak, empat sudah diizinkan pulang, sementara dua anak masih menjalani rawat inap karena kondisinya kekurangan cairan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala MBG Kalbar, Agus Kurniawi, juga mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia menyebut seluruh siswa yang sebelumnya dirawat kini telah kembali ke rumah masing-masing.
“Iya benar ada enam siswa terindikasi keracunan dan semuanya sudah dipulangkan ke rumah masing-masing,” ujarnya.
Terkait langkah ke depan, Agus menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG.
“Yang pasti SPPG akan terus melakukan evaluasi serta perbaikan-perbaikan agar pelaksanaan sesuai dengan SOP,” tambahnya.

