PONTIANAK – Ketika kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengancam sejumlah wilayah Kalimantan Barat (Kalbar), persoalannya tidak lagi sekadar tentang api yang membakar lahan. Ada masyarakat yang aktivitasnya terganggu. Ada kualitas udara yang memburuk.
Ada warga yang harus menghadapi dampak asap hingga ancaman terhadap kesehatan. Di tengah kondisi tersebut, aparatur sipil negara (ASN) di Kalimantan Barat didorong untuk tidak hanya menjalankan rutinitas pemerintahan dari balik meja.
ASN diajak bergerak dan hadir langsung dalam semangat kepedulian terhadap masyarakat melalui gerakan ASN Kalbar Peduli Bencana. Gerakan ini menjadi bentuk solidaritas ASN Kalbar untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana, khususnya akibat karhutla.
Kepala BPSDM Provinsi Kalbar, Windy Prihastari, mengimbau seluruh ASN untuk menunjukkan kepedulian dan bergerak bersama menghadapi dampak karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Kalbar. Menurut Windy, ASN memiliki posisi strategis sebagai bagian dari pemerintahan.
Namun, status sebagai abdi negara tidak seharusnya hanya dimaknai sebagai pelaksana tugas administratif. Ketika masyarakat berada dalam situasi sulit, ASN juga dituntut mampu menunjukkan kepedulian sosial.
“Ini bukan sekadar tentang menjalankan tugas, tetapi tentang hadir, peduli, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kalbar,” demikian pesan Windy dalam ajakan ASN Kalbar Peduli Bencana.
Karhutla kerap dilihat dari seberapa luas lahan yang terbakar atau berapa banyak titik api yang muncul. Padahal, dampaknya jauh lebih luas. Ketika asap menyelimuti wilayah permukiman, aktivitas masyarakat dapat terganggu. Kualitas udara juga menjadi perhatian karena paparan asap berpotensi berdampak terhadap kesehatan warga.
Masyarakat yang berada di sekitar wilayah terdampak menjadi kelompok yang merasakan langsung konsekuensinya. Karena itu, penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan petugas yang berada di garis depan untuk memadamkan api.
Diperlukan keterlibatan banyak pihak untuk mencegah, menangani sekaligus membantu masyarakat yang terdampak. Dalam konteks tersebut, gerakan ASN Kalbar Peduli Bencana menjadi salah satu bentuk dorongan agar solidaritas sosial tidak berhenti sebagai slogan.
ASN diharapkan dapat mengambil peran sesuai kapasitasnya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Gerakan tersebut membawa pesan bahwa bencana bukan semata-mata urusan pemerintah atau petugas di lapangan. Ketika masyarakat menghadapi kesulitan, seluruh elemen memiliki ruang untuk berkontribusi. ASN sebagai bagian dari unsur pemerintahan dapat menjadi kekuatan sosial untuk membantu meringankan beban warga.

