SEKADAU – Helikopter PK-CFX yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak akhirnya ditemukan dalam kondisi jatuh di wilayah Dusun Gandis, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Jumat (17/4/2026). Seluruh penumpang dan kru yang berada di dalam helikopter tersebut dinyatakan meninggal dunia.
Kapolda Kalimantan Barat, Pipit Rismanto, mengatakan helikopter jenis Airbus Helicopters H130T2 itu sebelumnya hilang kontak sejak Kamis (16/4/2026).
Helikopter berangkat dari helipad PT Citra Mahkota (CMA) di Desa Nanga Keruak, Kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi, sekitar pukul 07.34 WIB menuju helipad PT Graha Agro Nusantara I di Dusun Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.
“Informasi hilang kontak kami terima sekitar pukul 11.00 WIB. Koordinat terakhir berada di wilayah Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau,” ujar Pipit.
Setelah menerima laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, serta unsur terkait langsung melakukan pencarian di area titik terakhir sinyal pesawat.
Upaya pencarian membuahkan hasil pada Kamis sore sekitar pukul 18.50 WIB. Tim menemukan bangkai helikopter di kawasan perbukitan Dusun Gandis dengan medan yang cukup berat. Lokasi kejadian disebut berada sekitar 1,5 jam perjalanan kaki dari Desa Tapang Tingang.
Namun proses evakuasi tidak dapat dilakukan pada malam hari karena kondisi geografis yang sulit dijangkau serta minim pencahayaan.
“Karena kondisi geografis yang sulit dan minim pencahayaan, evakuasi tidak dapat dilakukan pada malam hari,” katanya.
Evakuasi korban baru dilanjutkan pada Jumat pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, seluruh penumpang dan kru dipastikan meninggal dunia.
Hingga kini, aparat gabungan masih melakukan proses evakuasi lanjutan serta penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan helikopter tersebut.

