PONTIANAK – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mulai melakukan penyelidikan menyeluruh terkait kecelakaan helikopter PK-CFX yang jatuh di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Dalam proses investigasi tersebut, data perekam mesin akan dikirim ke Prancis untuk dianalisis bersama pihak manufaktur dan otoritas setempat.

Investigator KNKT, Dian Saputra, mengatakan langkah itu dilakukan untuk memperoleh gambaran faktual mengenai penyebab insiden nahas tersebut.

“Data recorder yang ada akan kami kirimkan ke pihak manufaktur di Prancis. Kami bekerja sama dengan otoritas investigasi di sana untuk pembacaan data tersebut,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).

Menurut Dian, KNKT menargetkan laporan awal atau preliminary report dapat diterbitkan dalam waktu 30 hari sejak kecelakaan terjadi. Laporan itu akan memuat sejumlah fakta dasar, mulai dari kondisi cuaca saat penerbangan hingga performa mesin helikopter.

Sementara laporan akhir atau final report diperkirakan rampung paling lama dalam 12 bulan. Dokumen tersebut nantinya berisi hasil analisis lengkap mengenai penyebab utama kecelakaan, faktor pendukung, serta rekomendasi keselamatan penerbangan.

Dian menjelaskan, helikopter jenis tersebut tidak dibekali black box seperti pesawat komersial besar yang memiliki Flight Data Recorder (FDR) maupun Cockpit Voice Recorder (CVR).

Meski demikian, KNKT tetap memiliki peluang menggali informasi melalui perangkat lain, salah satunya engine data recorder yang merekam kinerja mesin selama penerbangan.

“Dari alat itu nantinya bisa dilihat putaran mesin, sinyal, dan parameter lainnya,” jelasnya.

Selain memeriksa perangkat perekam mesin, tim investigasi juga akan menelusuri kemungkinan adanya kamera atau alat elektronik lain yang bisa membantu mengungkap kronologi kecelakaan, apabila ditemukan dalam kondisi layak.

KNKT menegaskan penyelidikan ini berfokus pada aspek keselamatan, bukan penegakan hukum. Hasil investigasi diharapkan menjadi bahan evaluasi agar kecelakaan serupa tidak kembali terjadi.

Dalam proses penanganan kasus ini, KNKT turut dibantu berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, hingga tim SAR gabungan yang sebelumnya melakukan evakuasi di lokasi jatuhnya helikopter yang berada di medan sulit dijangkau.