KUBU RAYA – Bupati Kubu Raya Sujiwomengaku mendengar suara-suara yang memintanya untuk mundur sebagai bupati pasca peristiwa viral di RSUD Tuan Besar Syarif Idrus (TBSI) yang turut menyeret namanya. Merespons aspirasi tersebut, Bupati Sujiwo menyatakan siap mundur jika masyarakat tidak lagi berkenan untuk dilayani olehnya.

Pernyataan Sujiwo ini pun menuai reaksi dari sejumlah kalangan. Salah satu yang menanggapi ucapan orang nomor satu di Kubu Raya tersebut ialah Wakil Ketua DPRD Kubu Raya Zulkarnain. Dia berujar, desakan yang melatari pernyataan siap mundur dari Bupati Sujiwo itu merupakan suara minoritas yang tak merepresentasikan suara rakyat Kubu Raya.

“Pak Bupati jangan terpengaruh dengan suara-suara sumbang yang meminta beliau mundur. Itu hanyalah suara sumbang yang ingin merusak citra beliau yang selama ini sudah sangat baik di mata masyarakat. Kalau hanya satu dua orang atau satu dua kelompok yang mendesak mundur, tentu itu bukan representasi rakyat,” ucapnya saat dimintai tanggapan oleh awak media, Kamis (13/8/2026).

Ketua DPC PDI Perjuangan Kubu Raya ini menyebut kinerja Sujiwo selama 1,5 tahun ini sudah sangat baik di masyarakat. Dirinya bahkan mengklaim kalau 90 persen masyarakat Kubu Raya puas dengan kepemimpinan Sujiwo bersama wakilnya Sukiryanto.

Zulkarnain menambahkan, amanah yang dipercayakan rakyat kepada Sujiwo sebagai pemenang Pilkada Kubu Raya lalu berdurasi satu periode. Amanah tersebut dikatakan dia harus diselesaikan secara tuntas, terlebih dalam perjalanannya diiringi dengan sejumlah prestasi dan catatan baik.

“Saya berkeliling ke semua kecamatan. Jarang sekali terdengar ada masyarakat yang meragukan beliau (Sujiwo). Secara pribadi saya meyakini 90 persen masyarakat Kubu Raya ini puas dengan kinerja beliau dan Pak Sukiryanto. Oleh karenanya, saya sangat menentang rencana mundur yang sempat beliau utarakan tadi malam,” tutupnya.