PONTIANAK – Viral di media sosial pengendara di Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapati barcodenya digunakan di salah satu SPBU yang ada di Sambas. Menanggapi hal itu, Sales Area Manager (SAM) Retail Pertamina Patra Niaga Kalbar, Widhi Tri Adhi Hidayat, meminta para pemilik kendaraan untuk melaporkan jika temukan adanya penyalahgunaan barcode.
“Terkait penggunaan QR code atau masyarakat menyebutnya barcode, itu memang barcode ini digunakan untuk kendaraan yang sesuai dan terdaftar. Jadi apabila masyarakat merasa barcodenya digunakan di daerah lain, masyarakat bisa menghubungi 135 untuk dilakukan refresh dari barcode tersebut, sehingga tidak disalah gunakan oleh oknum yang mendapatkan barcode tersebut,” ungkap ungkap Widhi saat ditemui usai menghadiri ‘Jumat Curhat’ bersama Polresta Pontianak pada Jumat (14/8/2026).
Widhi mengatakan, penyalahgunaan bisa saja terjadi jika pemilik barcode melakukan hal membuka peluang oknum tak bertanggungjawab untuk menggunakannya. Di antaranya kebiasaan menempel barcode di mobil, mencetak dan memfotonya.
“Kebiasaan ditempel di mobil, difoto atau dicetak itu bisa terjadi,” tambahnya.
Pertamina juga mengingatkan pemilik kendaraan di Kalbar menjaga barcodenya agar tak disalahgunakan.
“Masyarakat khususnya Kalimantan Barat yang sudah mempunyai barcode baik solar maupun pertalite, dijaga barcodenya biar tak disalah gunakan,” ujar Widhi.

