PONTIANAK- Ekonomi dan keuangan syariah terus menunjukkan perkembangan yang menjanjikan sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru, baik di tingkat nasional maupun daerah.

Berdasarkan State of the Global Islamic Economy Indicator(SGIE) 2026, Indonesia menempati peringkat keempat dunia dalampengembangan ekonomi syariah serta mencatat posisi unggul pada sejumlah sektor, antara lain peringkat pertama dunia untuk modest fashion dan peringkat ketiga untuk halal food.

Besarnya pasar halal nasional tersebut menjadi peluang strategis yang perlu didukungmelalui penguatan ekosistem halal yang terintegrasi dari sisiproduksi, pembiayaan, akses pasar, dan peningkatan daya saingpelaku usaha.

Di tingkat daerah, Kalimantan Barat memiliki potensi besaruntuk mengambil peran dalam pengembangan ekonomi syariah nasional. Didukung oleh keberadaan lebih dari 338 ribu UMKM dan 5.173 pelaku usaha halal, serta pertumbuhan ekonomi daerahyang mencapai 6,14% (yoy) pada triwulan I 2026, Kalimantan Barat memiliki peluang untuk memperkuat rantai nilai halal berbasis potensi lokal, mulai dari sektor makanan dan minumanhalal, fesyen muslim, industri kreatif, hingga pengembanganekonomi pesantren.

Namun demikian, pengembangan ekonomi syariah di Kalimantan Barat masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain perlunya peningkatan literasi dan inklusi ekonomi syariah, perluasan sertifikasi halal, penguatan akses pembiayaan syariah, serta pengembangan akses pasar dan rantai pasok produk halal. Oleh karena itu, sinergi berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan.

Sebagai wujud komitmen tersebut, Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan Komite Daerah Ekonomi Keuangan Syariah (KDEKS) Kalimantan Barat secara resmi membuka Rangkaian Aksi Kolaborasi Membangun Ekonomi Syariah Khatulistiwa (Rabbani Khatulistiwa) 2026. Mengusung tema “Penguatan Rantai Nilai Halal dan Halal Lifestyle untuk Kemandirian Pesantren dan Umat Kalimantan Barat”, kegiatan ini menjadi bagian dari Road to Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (FESyarKTI) dan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF).

Opening Ceremony yang berlangsung di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat dihadiri oleh SekretarisDaerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat,Doni Septadijaya, serta berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, regulator, perbankan, akademisi, pondok pesantren, pelaku usaha, dan komunitas ekonomi syariah.

Dalam laporannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Doni Septadijaya, menyampaikan bahwa arah pengembanganekonomi syariah Kalimantan Barat difokuskan pada tiga pilar utama, yaitu penguatan halal value chain, penguatan keuangan dan sosial syariah, serta peningkatan literasi dan inklusi ekonomisyariah.

Melalui Rabbani Khatulistiwa 2026, Bank Indonesia mendorong peningkatan awareness dan partisipasi stakeholders, penguatan kapasitas pelaku usaha syariah, serta penguatankonektivitas ekosistem ekonomi syariah Kalimantan Barat.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah ProvinsiKalimantan Barat, Harisson menyampaikan apresiasi atas sinergi yang telah dibangun Bank Indonesia bersama seluruh pemangku kepentingan dalam pengembangan ekonomi syariah daerah. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penguatan ekonomi syariah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus bagian dari upaya meningkatkan daya saing daerah menuju Anugerah Adinata Syariah 2027.
Rabbani Khatulistiwa 2026 merupakan penyelenggaraantahun kelima yang secara konsisten menjadi program strategis Bank Indonesia dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah daerah. Pada tahun ini, kegiatan menargetkan terciptanya business matching pembiayaan sebesar Rp4,2 miliar dan penjualan produkUMKM sebesar Rp2,65 miliar.

Sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi syariah, pada Opening Ceremony juga dilaksanakan peluncuran Dashboard Portal Data Eksyar SIAR Kalbar (siarkalbar.id), pengenalan Garda Muda Eksyar Kalbarsebagai penggerak literasi ekonomi syariah generasi muda, sertapengukuhan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Bank Indonesia Kalimantan Barat dan mitra strategis lainnya.

Rangkaian Rabbani Khatulistiwa 2026 berlangsung pada 18s.d. 20 Juni 2026 melalui berbagai kegiatan utama, antara lain Sharia Forum, Sharia Fair, Rabbani Future Business, Halal Mart, Wakaf Coffee Corner (WAKAFEIN), coaching clinic, kompetisi ekonomi syariah, serta berbagai program pengembangan UMKM dan pesantren. Melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah, regulator, lembaga keuangan, akademisi, komunitas, dan pelakuusaha, Rabbani Khatulistiwa diharapkan mampu memperkuatekosistem halal Kalimantan Barat, meningkatkan daya saing UMKM dan pelaku usaha. (UL)