PONTIANAK – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Agus Sudarmansyah, melontarkan kritik terhadap pengelolaan Bandara Internasional Supadio Pontianak menyusul berbagai kasus yang terjadi dan dinilai telah meresahkan masyarakat. Mulai dari dugaan penipuan tiket hingga lolosnya penyelundupan narkotika melalui rokok elektronik menjadi sorotan yang menurutnya tidak boleh dianggap sepele.
Agus menilai Bandara Supadio sebagai pintu gerbang utama Kalimantan Barat harus dikelola secara terbuka dan profesional. Namun, selama ini pengelolaan bandara dinilai terkesan tertutup sehingga berbagai informasi sulit diakses publik.
“Bandara ini terkesan sangat eksklusif dan tertutup. Sementara kita melihat banyak persoalan yang terjadi, mulai dari penipuan tiket hingga kasus penyelundupan narkoba yang baru-baru ini terungkap. Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap pengelolaan bandara,” ujarnya saat diwawancarai di Kantor Bupati Kubu Raya, Kamis (18/6/2026).
Ia mencontohkan kasus lolosnya narkotika yang disamarkan melalui rokok elektronik. Menurutnya, kasus tersebut menjadi peringatan penting agar pengawasan dan sistem keamanan di bandara diperkuat.
Selain itu, Agus juga menyinggung adanya isu investasi bodong yang menawarkan keuntungan dari penjualan tiket pesawat.
Persoalan tersebut, menurutnya, telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat Kalimantan Barat.
“Pihak pengelola jangan membiarkan isu berkembang liar. Harus lebih terbuka dan memberikan penjelasan kepada masyarakat sehingga tidak menimbulkan spekulasi yang merugikan,” katanya.
Tak hanya itu, Agus juga mengkritisi fasilitas Bandara Supadio yang dinilai masih belum sebanding dengan statusnya sebagai bandara internasional. Ia menilai kondisi toilet yang sempit, area pengambilan bagasi yang padat, serta fasilitas pendingin ruangan yang kurang optimal menjadi catatan yang harus segera dibenahi.
Menurutnya, Bandara Supadio merupakan wajah Kalimantan Barat yang pertama kali dilihat oleh para tamu dan wisatawan. Karena itu, berbagai persoalan yang muncul, baik dari sisi keamanan, pelayanan maupun fasilitas, harus segera mendapat perhatian serius dari PT Angkasa Pura Indonesia selaku pengelola.
“Jangan sampai isu-isu negatif terus bermunculan dari Bandara Supadio. Ini pintu masuk Kalimantan Barat yang seharusnya mencerminkan daerah yang maju dan nyaman. Sudah saatnya pengelola berbenah, baik dari sisi keterbukaan informasi, pengawasan maupun peningkatan fasilitas,” tegasnya.(Ara)

