SANGGAU – Seorang pelajar perempuan berinisial MRS (13) ditemukan tewas usai bermain di bebatuan yang berada di tengah sungai Kapuas dusun sungai Obak desa Belangin Kecamatan Kapuas, Senin 24 Agustus 2026.
“Berdasarkan keterangan saksi, korban tergelincir saat bermain di bebatuan di sungai Kapuas yang saat ini sedang surut akibat kemarau panjang. Korban diketahui tidak bisa berenang,” kata Kaolsek Kapuas, IPTU. Marianus kepada wartawan.
Peristiwa yang merenggut nyawa pelajar SMP tersebut bermula dari keberangkatakan korban bersama dua rekannya untuk mandi ke sungai Kapuas tepatnya di dilingkungan Sungai Obak Desa Belangin Kecamatan Kapuas.
“Tujuan mereka memang untuk mandi dan bermain disungai Kapuas yang mana pada saat ini kondisi sungai Kapuas di sungai Obak adanya bebatuan yang timbul,” ujar Kapolsek.
“Pada saat bermain di bebatuan, korban terpeleset dan tenggelam kesungai. Menurut keterangan saksi yang merupakan rekan korban, bahwa korban tidak bisa berenang.” sambungnya.
Mendapati korban hilang usai terpeleset, saksi Kemudian memberitahukan peristiwa tersebut ke warga sekitar perihal tenggelamnya korban.
“Setelah dilakukan pencarian bersama warga, sekira jam 10.45 WIB, korban berhasil ditemukan, namun dalam kondisi sudah meninggal dunia,” ceritanya.
Kapolsek mengimbau para orang tua untuk tidak melepaskan anaknya begitu saja tanpa dikontrol apalagi ketempat-tempat rawan.
“Jadikan ini pelajaran bagi kita semua agar tidak ada lagi anak-anak kita yang menjadi korban. Saat libur sekolah sebaiknya dimanfaatkan untuk anak-anak beajar di rumah, jangan bermain ke tempat-tempat yang beresiko kecuali dengan pendampingan orang tua,” pungkasnya mengingatkan. (dra).

