PONTIANAK – Kebakaran melanda satu unit toko Sinar Jawi Furniture di Jalan H. Rais A. Rachman Gang Bukit Kelam, Kecamatan Pontianak Kota, Sabtu (18/4/2026) dini hari. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun bangunan mengalami kerusakan cukup parah.
Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 03.15 WIB. Berdasarkan keterangan saksi, api pertama kali terlihat muncul dari bagian samping kiri bangunan, tepatnya di bawah kanopi yang terdapat instalasi listrik.
Seorang saksi bernama Darwin, pengelola warung kopi di depan Pasar Dahlia, mengatakan saat itu dirinya sedang duduk di warung ketika melihat percikan api yang diduga berasal dari korsleting listrik pada lampu hias yang terpasang di lokasi.
“Api kemudian cepat menjalar ke dalam ruko melalui ventilasi dan semakin membesar,” ujarnya.
Melihat kejadian tersebut, Darwin langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar serta meminta agar petugas pemadam kebakaran segera dihubungi, karena bangunan dalam keadaan kosong.
Warga lainnya, Victor, mengaku mengetahui kejadian setelah mendengar teriakan warga. Saat keluar rumah, ia melihat api sudah membesar dan melahap bangunan sehingga menimbulkan kepanikan di sekitar lokasi.
Sementara itu, pemilik toko bernama Edy mengaku saat kejadian sedang berada di luar lokasi. Ia mengetahui kebakaran setelah mendapat telepon dari ibunya yang tinggal tidak jauh dari tempat kejadian.
Setibanya di lokasi, Edy mendapati api telah membakar sebagian besar bangunan. Sejumlah armada pemadam kebakaran juga sudah berada di lokasi untuk melakukan pemadaman.
Puluhan unit pemadam kebakaran dari berbagai instansi dan relawan dikerahkan ke tempat kejadian untuk menjinakkan api. Kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.45 WIB.
Diduga, kebakaran dipicu korsleting arus listrik pada instalasi lampu hias di bagian luar bangunan yang kemudian merambat ke dalam toko melalui ventilasi.
Selain itu, kondisi bangunan yang kosong dan berisi material mudah terbakar seperti furniture serta kasur membuat api cepat membesar pada fase awal kebakaran.
Hingga kini, jumlah kerugian materiil masih dalam proses pendataan dan belum dapat ditaksir secara pasti.

