PONTIANAK – Helikopter PK-CFX yang mengalami kecelakaan di Bukit Puntak, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat dipastikan telah melalui proses flight check sebelum keberangkatan. Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi pesawat dalam keadaan normal dan layak terbang.
Perwakilan operator Helikopter PK CFX, Capt I Made Topan menyampaikan bahwa pilot telah melakukan pengecekan sesuai prosedur sebelum lepas landas dan tidak menemukan adanya kendala teknis.
“Pilot sempat membuat laporan flight check sebelum penerbangan, dan hasilnya helikopter dalam kondisi normal serta layak terbang,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa tidak ada laporan gangguan baik dari sisi pesawat maupun pilot sebelum penerbangan dilakukan.
“Dari sisi pilot maupun pesawat tidak ada masalah. Semua dinyatakan aman sebelum terbang,” ujarnya saat ditemui di Kantor SAR, Sabtu (18/4/2026).
Meski telah dinyatakan aman, insiden nahas tetap terjadi di tengah perjalanan. Helikopter tersebut dilaporkan jatuh tanpa adanya tanda awal gangguan yang terdeteksi sebelumnya.
Dari sisi operasional, helikopter PK-CFX diketahui kerap digunakan untuk mendukung aktivitas di kawasan perkebunan dan diawaki oleh pilot yang berpengalaman pada rute tersebut. Kondisi cuaca saat keberangkatan hingga estimasi waktu tiba juga dilaporkan dalam keadaan baik.
Namun hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan masih belum diketahui. Pihak operator menegaskan tidak ingin berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya proses investigasi kepada KNKT.
“Kami tidak menyimpulkan apa pun saat ini, termasuk tidak menyalahkan pilot yang juga merupakan korban dalam kejadian ini. Kami menunggu hasil resmi dari KNKT,” tegasnya.
Proses penyelidikan kini masih berlangsung dengan mengumpulkan berbagai data, termasuk komunikasi terakhir antara pilot dan petugas pengatur lalu lintas udara (ATC).
Pihak terkait juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil investigasi resmi guna mengetahui penyebab pasti jatuhnya helikopter tersebut.(Ara)

