PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS). Dukungan tersebut dinilai penting guna menghasilkan data ekonomi yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pontianak, Vivi Salmiarni, menyampaikan bahwa hasil sensus nantinya akan menjadi instrumen penting dalam memotret kondisi ekonomi masyarakat secara menyeluruh.
Menurutnya, data yang terkumpul akan membantu pemerintah dalam mengidentifikasi potensi daerah sekaligus menentukan arah pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Melalui Sensus Ekonomi 2026, kita dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi perekonomian masyarakat. Data tersebut sangat penting untuk mendukung perencanaan pembangunan yang lebih tepat dan efektif,” ujarnya usai mengikuti Pencanangan Penjaminan Kualitas Data Sensus Ekonomi 2026 di Kantor BPS Kalimantan Barat, Senin (15/6/2026).
Sebagai kota yang didominasi sektor perdagangan dan jasa, Pontianak membutuhkan data ekonomi yang valid untuk mendukung berbagai program pengembangan usaha dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Data tersebut akan menjadi acuan dalam menyusun kebijakan penguatan UMKM, pemberdayaan pelaku usaha, hingga peningkatan kualitas layanan publik.
Dalam pelaksanaan sensus tahun ini, sebanyak 428 petugas akan diterjunkan untuk melakukan pendataan di Kota Pontianak. Jumlah tersebut merupakan bagian dari total 4.701 petugas yang akan bekerja di seluruh wilayah Kalimantan Barat.
Vivi mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dengan memberikan informasi yang benar kepada petugas sensus.
“Keberhasilan sensus sangat bergantung pada partisipasi masyarakat. Semakin lengkap dan akurat data yang diberikan, semakin baik pula kebijakan yang dapat dirumuskan pemerintah,” katanya.
Deputi Statistik Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS, Muhammad Eddy Mahmud, juga mengapresiasi dukungan yang diberikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat serta pemerintah kabupaten dan kota dalam menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan sensus ditentukan oleh dua aspek utama, yakni cakupan pendataan yang menyeluruh dan kualitas data yang dihasilkan.
Mulai pertengahan Juni 2026, petugas sensus akan melakukan pendataan secara langsung ke rumah-rumah maupun tempat usaha untuk memastikan seluruh aktivitas ekonomi masyarakat dapat terdata dengan baik.
Dengan dukungan seluruh pihak, Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu menghasilkan data yang akurat dan berkualitas guna mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Barat, khususnya Kota Pontianak.(Ara)

