KUBU RAYA – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mulai menata Bukit Lalang di Kecamatan Batu Ampar sebagai salah satu ikon wisata unggulan menyusul ditetapkannya Desa Batu Ampar sebagai desa tujuan wisata.
Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menegaskan kawasan tersebut akan disulap menjadi destinasi yang lebih menarik dengan tetap mengedepankan kelestarian lingkungan.
Saat meninjau langsung kawasan Bukit Lalang bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah, DPRD, pelaku usaha, akademisi, serta komunitas pemerhati lingkungan, Sujiwo mengungkapkan bahwa Bukit Lalang menjadi salah satu prioritas pengembangan wisata di Batu Ampar.
“Ke depan, ketika Desa Batu Ampar kita deklarasikan sebagai desa tujuan wisata, Bukit Lalang ini akan menjadi salah satu spot yang kita tawarkan kepada wisatawan. Pemandangannya luar biasa dan potensinya sangat besar,” ujarnya, Senin (22/6/2026).
Menurut Sujiwo, keindahan panorama Bukit Lalang perlu didukung dengan penataan lanskap yang lebih baik. Berbagai jenis tanaman seperti matoa, ketapang kencana, mahoni, hingga tanaman peneduh lainnya akan ditambahkan untuk memperkuat daya tarik kawasan tersebut.
Namun, ciri khas ilalang yang menjadi identitas Bukit Lalang tetap akan dipertahankan. Ia menegaskan, pembangunan taman di kawasan itu tidak akan membebani APBD. Penataan akan dilakukan melalui kolaborasi bersama komunitas pecinta alam dan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
“Saya ingin landscape Bukit Lalang ini dibuat lebih indah. Untuk tamannya, insya Allah tidak menggunakan APBD. Kita akan melibatkan komunitas sahabat alam dan berbagai elemen masyarakat untuk bersama-sama membangunnya,” kata Sujiwo.
Ia juga meminta sejumlah perangkat daerah untuk mengorkestrasi pengembangan kawasan tersebut agar menjadi bagian dari paket wisata Desa Batu Ampar.
Menurutnya, berbagai spot yang dimiliki desa tersebut memiliki nilai jual dan layak dipromosikan sebagai destinasi wisata baru di Kalimantan Barat.
Pengembangan wisata Batu Ampar, lanjutnya, dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak. Dalam kunjungan tersebut hadir pula unsur DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Dinas Lingkungan Hidup, pengusaha, NGO Sampan, Balai Mangrove dan Gambut, serta sejumlah jejaring pemerhati lingkungan lainnya.
Sujiwo menegaskan bahwa pembangunan wisata harus berjalan seiring dengan upaya pelestarian alam. Baginya, menjaga ekosistem mangrove dan lingkungan sekitar merupakan investasi jangka panjang bagi generasi mendatang.
“Kita ingin menunjukkan bahwa Desa Batu Ampar bisa berkembang menjadi destinasi wisata yang membanggakan, masyarakatnya sejahtera, memiliki marwah dan kehormatan, tetapi lingkungan tetap terjaga. Ketika kita merawat mangrove dan melestarikan alam, sesungguhnya kita sedang menyiapkan masa depan anak cucu kita,” tegasnya.
Dengan semangat kolaborasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya optimistis Bukit Lalang akan menjadi salah satu daya tarik baru yang melengkapi potensi wisata mangrove dan ekowisata lainnya di Kecamatan Batu Ampar.(Ara)

