PONTIANAK — Ganda campuran Indonesia, Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu, berhasil melewati pertandingan sengit menghadapi wakil Chinese Taipei, Bo Yhuan Chen/Yan Fei Chen, pada ajang Polytron Pontianak International Challenge 2026.

Dejan mengakui pertandingan tidak berjalan mudah sejak gim pertama. Kondisi lapangan yang berbeda dibanding pertandingan sebelumnya membuat dirinya dan Apriyani harus kembali beradaptasi, terlebih pasangan Taiwan memiliki serangan dengan power yang cukup kuat.

“Alhamdulillah hari ini kita bermain cukup baik. Kondisi lapangan berbeda dengan kemarin, jadi di set pertama saya sedikit beradaptasi. Mereka juga serangannya bagus dan power-nya kencang,” ujar Dejan usai pertandingan di Gor Pangsuma, Sabtu (29/8/2026).

Menghadapi tekanan tersebut, Dejan/Apriyani berusaha mencari cara untuk meredam permainan lawan. Evaluasi dan arahan pelatih di tengah pertandingan juga menjadi salah satu kunci perubahan permainan mereka.

Memasuki gim kedua, pasangan Indonesia mulai lebih siap membaca pola permainan lawan. Antisipasi terhadap serangan keras pasangan Taiwan membuat Dejan/Apriyani mampu tampil lebih percaya diri hingga akhirnya mengamankan gim kedua dan melanjutkan momentum pada gim penentuan.

“Di set kedua kita sudah antisipasi permainan lawan dan lebih siap. Alhamdulillah bisa ambil set kedua. Di set ketiga lebih yakin karena saya percaya dengan Apri,” kata Dejan.

Dejan menambahkan, strategi yang diberikan pelatih untuk menghadapi tekanan power lawan membuat mereka semakin percaya diri di lapangan. Mereka memilih untuk tidak terus bertahan, tetapi berusaha melawan tekanan tersebut dengan permainan yang lebih agresif.

“Pelatih tadi mengantisipasi permainan musuh. Karena power mereka kencang, tekanannya bagus, tapi kita coba lawan. Akhirnya mengubah hasil. Dari situ kita lebih yakin dan percaya diri,” jelasnya.

Sementara itu, Apriyani Rahayu menyebut fokus utama menghadapi babak selanjutnya adalah menjaga kondisi fisik dan mental. Recovery, pola makan, istirahat, serta menjaga pikiran tetap positif menjadi perhatian penting agar bisa kembali tampil maksimal.

“Yang pastinya recovery yang baik, makanan juga harus dijaga, terus istirahat dan pikirannya. Kita harus lebih konsisten menjaga badan dan pikiran,” ujar Apriyani.

Apriyani juga memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Polytron Pontianak International Challenge 2026. Menurutnya, fasilitas yang tersedia serta antusiasme penonton membuat atmosfer turnamen terasa istimewa.

“Ini mewah banget. Dengan kelas International Challenge dan fasilitas yang ada, benar-benar mewah,” ungkapnya.

Menurut Apriyani, dukungan masyarakat Pontianak dan sekitarnya juga menjadi energi tambahan bagi para atlet Indonesia yang bertanding.

“Penonton dan warga Pontianak mendukung atlet-atlet Indonesia dengan antusias dan semangat. Itu menambah semangat kita untuk juara,” katanya.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Pontianak dan sekitarnya yang telah hadir memberikan dukungan kepada para atlet Indonesia selama turnamen berlangsung.

“Terima kasih untuk warga Pontianak dan sekitarnya yang sudah membantu, mendukung dan mendoakan kami, atlet-atlet Indonesia,” pungkas Apriyani.(Ara)