SANGGAU – Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau mencatat kenaikan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Peningkatan tersebut dipengaruhi kemarau panjang dan memburuknya kualitas udara akibat kabut asap dan debu.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sanggau, Najori mengungkapkan jumlah kasus ISPA sejak Januari hingga Juli 2026 berjumlah 9.071 kasus. Berdasarkan data yang bersumber dari 19 Puskesmas, kasus ISPA bulan Januari 2026 sebanyak 1.747, bulan Februari 1.360, bulan Maret 1.225, April 1.012, Mei 783, Juni 1.633 dan Juli 1.306.

“Kalau melihat data ini, cenderung naik ya, memang pada bulan tertentu sempat turun dan naik lagi di bulan Juli,” ujarnya.

Kepada masyarakat, Najori mengimbau untuk selalu menjaga kesehatan ditengah kemarau dan ancaman kabut asap disertai debu.

“Kurangi aktivitas keluar Rumah. Jikapun harus keluar, selalu memakai masker, perbanyak mengonsumsi makanan bergizi dan buah-buahan, dan selalu periksa kesehatan di fasilitas kesehatan terdekat,” pintanya.

Sementara itu, warga Sanggau Abdul Rahmi mengaku saat ini kondisi kabut asap semakin parah. Akibatnya, Ia bersama keluarga untuk sementara standby di rumah, tidak melakukan aktifitas di luar rumah.

“Hari ini terpaksa keluar rumah karena ada beberapa kebutuhan rumah tangga yang dibeli. Pedas mata bang, padahal saya pakai helm sama masker, tapi masih terasa,” keluhnya.

Ia berharap Pemerintah segera mencarikan solusi atas persoalan Kabut asap ini.”

Solusi jangka panjang bang yang kami harapkan, bukan jangka pendek, hulunya yang perlu dituntaskan bukan hilirnya, dan saya juga belum dengar ada pembakar lahan atau hutan yang ditangkap, padahal kasusnya sudah cukup banyak. Tolonglah ditindak, karena ini sudah darurat,” pungkasnya. ( dra).