SANGGAU – Kabut asap yang melanda hampir seluruh wilayah di Kabupaten Sanggau berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Kasus Inspeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi penyakit yang paling rentan dialami masyarakat. Berdasarkan laporan analisa SKDR surveilans Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau Minggu ke-32 dan 33 di bulan Agustus 2026, kasus ISPA melonjak menjadi 660 kasus. Bertambah dari sebelumnya 9.071 kasus menjadi 9.731 kasus.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, Najori menyampaikan, melonjaknya kasus ISPA dipengaruhi memburuknya kualitas udara.
“Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup pagi ini, ISPU kita sudah mencapai angka 500. Kondisi ini sudah sangat tidak normal dan masuk kategori membahayakan,” kata Najori kepada wartawan, Minggu 30 Agustus 2026.
Tak hanya ISPA, Diare juga menjadi penyakit yang paling rentan dialami masyarakat di tengah musim kemarau. Data Dinas Kesehatan Sanggau, Minggu ke-32 dan 33, kasus Diare bertambah 132 kasus.
“Penyebab Diare inikan salahsatunya makanan dan minuman yang tidak bersih. Kalau musim kemarau seperti ini kemungkinan sulit mendapatkan sumber air bersih,” ungkapnya.
Kepada masyarakat Sanggau, Najori mengimbau untuk menggunakan masker saat berada di luar rungan mengingat kondisi kualitas udara sudah sangat membahayakan.
“Jaga kesehatan paru-paru kita dari partikular asap yang membahayakan kesehatan dengan menggunakan masker dan asupan minuman sehat dan makanan bergizi,” pungkasnya berpesan. (dra).

