KUBU RAYA — Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Kubu Raya mengalami peningkatan seiring memburuknya kualitas udara akibat kondisi kemarau dan kabut asap.
Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, Iwansyah, mengatakan sepanjang 1 hingga 31 Agustus 2026 tercatat sebanyak 6.396 kasus ISPA. Bahkan, 31 Agustus menjadi salah satu hari dengan laporan kasus tertinggi, yakni mencapai sekitar 380 kasus dalam satu hari.
“Jumlah kasus ISPA dari tanggal 1 Agustus sampai dengan 31 Agustus itu 6.396 kasus. Di tanggal 31 Agustus itu memang puncaknya yang paling tinggi, ada 380 kasus laporan pada hari itu,” ujar Iwansyah di Kantor Bupati Kubu Raya, Selasa (1/9/2026).
Menurutnya, peningkatan kasus tersebut menunjukkan adanya keterkaitan dengan memburuknya kualitas udara. Ketika kondisi udara semakin tidak sehat, risiko masyarakat mengalami gangguan saluran pernapasan juga meningkat.
“Ini membuktikan bahwa seiring dengan memburuknya kualitas udara, itu juga terjadi peningkatan risiko untuk kasus ISPA,” jelasnya.
Dinkes Kubu Raya mencatat peningkatan kasus ISPA sekitar 30 persen dibandingkan periode sebelumnya. Kondisi ini menjadi perhatian karena musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.
Iwansyah mengimbau masyarakat untuk aktif memantau kualitas udara. Ketika kondisi udara berada pada kategori tidak sehat atau semakin buruk, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker jika harus keluar rumah.
Untuk perlindungan, masyarakat dapat menggunakan masker medis secara berlapis. Sementara masker N95 cukup digunakan satu lapis sesuai penggunaannya.
Selain penggunaan masker, masyarakat juga diminta memperbanyak konsumsi air putih, mengonsumsi buah-buahan, mencukupi waktu istirahat serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti rajin mencuci tangan.
“Yang pertama selalu memantau status kualitas udara. Kalau kualitas udara tidak sehat, ketika di luar rumah wajib menggunakan masker,” kata Iwansyah.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga asupan cairan selama kondisi udara buruk. Menurutnya, hidrasi yang cukup penting untuk menjaga kondisi tubuh dan membantu menjaga saluran pernapasan.
Dinkes Kubu Raya mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan. Dengan kondisi kemarau yang diperkirakan masih berlangsung hingga November, upaya pencegahan perlu dilakukan secara konsisten.
“Ini cukup panjang dan cukup membuat kita harus berhati-hati,” pungkas Iwansyah.(Ara)

